Powered by Blogger.
Header 468x60 Ads
Showing posts with label Lifestyle. Show all posts
Showing posts with label Lifestyle. Show all posts

Tuesday, July 9, 2013

Dampak Negatif dari Kebiasaan Tidur Setelah Makan




Memang tak heran kalau orang cenderung akan merasa mengantuk setelah perut kenyang. Namun dampak negatif kebiasaan langsung tidur setelah makan tidak lah sedikit. Ada berbagai macam gangguan kesehatan yang akan kita alami bila kebiasaan tersebut terjadi pada keseharian kita. Sebagaimana dirangkum dari Livestrong, inilah bahaya yang mungkin timbul  bila selesai makan langsung tidur.

Satu, meningkatnya berat badan. Saat tidur, kalori dalam tubuh cenderung lambat untuk dilangsungkan proses pembakaran. Akibatnya lemak akan menumpuk pada tubuh yang mana ini akan menyebabkan berat badan mengalami kenaikan.

Dua, dada terasa panas. Pada awalnya tubuh terasa nyaman ketika kita baringkan tubuh setelah makan. Tapi kita mesti tahu bahwa pada saat itu terjadi kerja keras pada sistem pencernaan di dalam lambung. Ini akan memicu terjadinya maag sebagai efek dari asam lambung yang berlebihan. Asam lambung ini kemudian akan menyebabkan rasa panas yang berawal dari perut, lalu naik sampai ke dada.

Tiga, refluks asam. Ini dapat terjadi akibat katup antara kerongkongan dan perut tak bisa menutup secara sempurna. Ini bisa menimbulkan naiknya asam lambung ke tenggorokan sehingga tenggorokan terasa panas.
Empat, stroke. Kebiasaan tidur begitu selesai makan juga dapat menaikkan potensi terhadap gangguan stroke. Ini didasarkan pada penelitian yang melibatkan 500 orang pada sebuah universitas di Yunani.
Continue Reading »

Monday, July 8, 2013

Kebiasaan Tidur Yang Kurang Baik Bagi Kesehatan



Kurang tidur atau insomnia kerap dikatakan dapat menyebabkan gangguan kesehatan lainnya karena tubuh menjadi rentan terhadap serangan penyakit tertentu. Sebuah studi kecil pun memastikan orang yang kurang tidur terbukti lebih sering gelisah dan stres seharian dibandingkan partisipan yang jam tidurnya memadai.

Namun ternyata efek pola tidur yang berantakan tak hanya stres. Masih ada sejumlah kebiasaan yang kerap dilakukan orang-orang di jam tidur atau jam bangun tidur yang dapat menambah kadar stresnya. Apa sajakah itu? Simak paparannya seperti dilansir Fitsugar, Senin (8/7/2013) berikut ini.

1. Menunda bangun tidur
Kebiasaan ini tak hanya mengganggu siklus tidur, tapi menunda bangun tidur juga membuat Anda melakukan aktivitas di pagi hari secara terburu-buru, tentu saja Anda akan dibuat stres karenanya.

Cobalah tidak menunda bangun dan aturlah alarm Anda di jam berapapun Anda harus bangun. Sejumlah aplikasi ponsel pintar yang dapat diunduh gratis juga dapat Anda peroleh untuk membantu Anda bangun tepat waktu.

2. Jam tidur yang berubah-ubah
Kerap mengubah jam tidur atau jam bangun tidur bisa jadi penyebab seseorang mengalami insomnia karena dengan begitu Anda tak benar-benar menyiapkan tubuh Anda untuk tidur dalam rutinitas.

Maka dari itu cobalah tidur pada jam yang sama setiap malamnya, begitu pula dengan jam bangun tidur pada pagi harinya, tak peduli apapun harinya. Hal ini penting untuk membantu tubuh menetapkan rutinitas tidur malam sehingga Anda mendapatkan pola tidur yang memadai.

3. Tidur bukanlah prioritas
Alih-alih tidur, tampaknya banyak orang yang lebih memilih pekerjaan sebagai prioritas. Bahkan pekerjaan seringkali memaksa kita untuk menghabiskan waktu seharian (sampai larut malam) untuk menyelesaikannya, padahal ini sama sekali tidak sehat.

Pastikan Anda tidur minimal tujuh jam setiap malam dan kesampingkan pekerjaan Anda barang sejenak, terutama untuk mengurangi stres yang Anda alami di malam hari.
Continue Reading »

Saturday, July 6, 2013

Penyembuhan Berbagai macan Penyakit Dengan Bercinta


Sudah banyak penelitian membuktikan bahwa berhubungan intim pada pasangan resmi banyak memberikan manfaat kesehatan. Selain memberikan kenikmatan, bercinta juga bisa jadi cara asyik untuk menyembuhkan penyakit.

Bukan hanya soal romantisme, hubungan intim pada pasangan resmi bisa menjadi aktivitas fisik yang menyehatkan, baik bagi pria dan wanita. Seks dapat membantu menyembuhkan beberapa masalah kesehatan, seperti inkontinensia, flu, sakit kepala, bahkan siklus menstruasi yang tidak teratur.

Secara lengkap, berikut beberapa penyakit yang bisa sembuh dengan rajin bercinta, seperti dilansir Livestrong, Sabtu (6/7/2013):

1. Inkontinensia (tak bisa menahan keinginan buang air kecil)

Hubungan seksual teratur membantu memperkuat dasar panggul, yang mengontrol pelepasan urine. Bagi wanita yang mengalami inkontinensia, seks teratur dapat melenturkan otot-otot sensitif untuk menghindari pipis di celana. Otot-otot panggul kuat sama artinya sistem kemih bekerja dengan lebih baik.

2. Migrain

Rasa sakit dan mual karena migrain dapat mengesampingkan hubungan seksual, tetapi ilmu pengetahuan menunjukkan seks dapat mengurangi rasa sakit tersebut. Menurut sebuah studi tahun 2001 yang diterbitkan dalam Headache, wanita yang melakukan hubungan seksual teratur, keluhan migrainnya dapat berkurang hingga 30 persen. Jika obat-obatan gagal memberikan bantuan, seks sendiri mungkin menyembuhkan.

3. Kulit kering dan kusam

Lupakan krim pemutih atau pelembab lainnya, seks bahkan dapat menyembuhkan kulit kusam. Bercinta secara teratur menyebabkan lebih banyak darah melalui tubuh. Hasilnya, kulit lebih segar, kencang dan bercahaya.

4. Flu

Ingin menyembuhkan flu? Seks bisa menjadi cara paling asyik. Rajin bercinta bekerja dengan meningkatkan immunoglobin A selama hubungan seksual, yakni sebuah antibodi penting yang membantu melawan virus yang menyebabkan flu.

5. Melancarkan siklus haid

Wanita yang berhubungan seks setidaknya sekali seminggu, dapat menuai keuntungan dengan teraturnya siklus menstruasi. Tidak jelas mengapa hal ini terjadi, namun studi menunjukkan wanita yang rutin bercinta lebih sedikit mengalami ketidakteraturan haid.
Continue Reading »

Friday, July 5, 2013

Menghilangkan Bau Mulut Dengan Bahan Yang Mudah ditemukan



Bau mulut berasal dari rongga mulut yang tidak terjaga kebersihannya, baik dari sisa makanan maupun bakteri yang tumbuh di dalamnya. Untungnya tidak sulit untuk mengatasinya, cukup dengan bahan makanan yang sering ditemui sehari-hari.

Beberapa bahan makanan atau minuman yang bisa menangkal bau mulut dan tidak sulit untuk ditemukan adalah sebagai berikut seperti dikutip dari Healthy Living MSN, Kamis (18/4/2013).

 1. Teh
Minuman teh, khususnya teh hitam dan teh hijau mengandung antioksidan bernama polifenol yang ampuh membasmi bakteri penyebab bau mulut. Penelitian di Pace University telah membuktikan khasiat tersebut. Syaratnya, minuman tersebut dikonsumsi tanpa gula.

 2. Yoghurt
Selama tidak ditambah dengna pemanis, yoghurt bisa mengurangi populasi bakteri penyebab bau mulut. Berbagai penelitian bahkan membuktikan, konsumsi yoghurt secara rutin bisa mengurangi plak atau karang gigi dan risiko berbagai penyakit gigi dan mulut.

 3. Air putih
Membasahi kerongkongan sesering mungkin adalah cara ampuh untuk menangkal bau mulut. Sebagian besar bakteri penyebab bau mulut bersifat anaerob yang artinya lebih mampu bertahan hidup pada kondisi kering. Selain itu, banyak minum juga merangsang produksi air liur yang berfungsi juga sebagai cairan pembersih.

 4. Kemangi (penangkal bau sambal bawang)
Bawang merah maupun bawang putih memiliki 33 senyawa berbau tidak sedap dan membuat napas jadi bau. Penangkalnya adalah kemangi, yang bisa untuk lalap sambal bawang. Kandungan polifenolnya bisa menetralkan senyawa-senyawa penyebab bau mulut pada bawang.


 5. Apel dan bayam
Kedua bahan makanan ini mengandung serat yang berfungsi seperti sikat saat dikunyah. Mengunyah apel atau makanan berserat lainnya adalah cara ampuh untuk membersihkan gigi dari sisa-sisa makanan. Selain itu, apel dan bayam juga mengandung polifenol yang menjaga kesehatan rongga mulut.
Continue Reading »

Tips Jitu Agar Gigi Tidak Menjadi Kuning



Senyum manis dengan gigi putih dan sehat tentu menjadi dambaan banyak orang. Sayangnya, malas menggosok gigi, merokok dan makanan tertentu dapat membuat gigi menjadi kuning. Agar tak mengganggu senyum Anda, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan agar gigi tak menguning.

Gigi dapat berubah menjadi kuning karena plak yang pada dasarnya adalah lapisan kotor yang mengendap secara permanen pada gigi. Seiring pertambahan usia, enamel gigi akan terkikis dan kemudian mulai menyerap warna makanan.

Minuman seperti teh dan kopi dapat meninggalkan noda pada gigi. Gigi menguning dapat dicegah jika Anda melakukan langkah-langkah khusus berikut, seperti dilansir Boldsky, Jumat (5/7/2013):

1. Gosok gigi dengan minyak mustard dan garam

Gosoklah gigi dengan minyak mustard dan garam sekali sebulan. Cara ini akan membantu membersihkan akumulasi warna makanan dan plak pada gigi. Anda bisa menggunakan jari untuk menggosok gigi atau mencelupkan kapas dalam campuran minyak mustard dan garam.

2. Minum dengan sedotan

Beberapa makanan seperti teh dan kopi dapat meninggalkan noda pada gigi. Minuman soda tertentu juga membuat enamel gigi mengikis. Jadi jika Anda tidak bisa menghindari minuman tersebut, yang terbaik adalah minum melalui sedotan. Minum dengan menggunakan sedotan dapat meminimalkan kontak dengan gigi. Ini bisa menjadi langkah penting dalam menghentikan penguningan gigi.

3. Konsumsi makanan yang renyah

Beberapa makanan renyah dapat membantu untuk memutihkan gigi dengan cara membersihkannya. Misalnya, apel, pir, selada dan lainnya. Makanan berserat ini membantu untuk membersihkan gigi secara efektif.

4. Sikat dengan baking soda

Baking soda merupakan salah satu bahan yang paling serbaguna yang ada di dapur. Sikat gigi dengan baking soda sesekali untuk memutihkan secara langsung.

5. Berhenti merokok

Merokok adalah salah satu alasan terbesar yang dapat menguningkan gigi. Mengunyah permen karet dan mencuci mulut tak akan membantu jika Anda tetap merokok. Itu sebabnya, berhentilah merokok sebelum gigi Anda berubah menjadi kuning kotor.

6. Bilas mulut setelah makan

Setiap kali Anda makan sesuatu, bilas mulut secara menyeluruh dengan air. Membilas mulut dapat menyapu akumulasi makanan dan warna makanan dari mulut Anda.

Continue Reading »

Tuesday, July 2, 2013

Panduan Asupan Makanan Untuk Penderita Diabetes



DALAM makanan yang Anda asup setiap hari, terselip buah-buahan yang dapat diandalkan guna mengontrol gula darah diabetesi terus normal. Asupan itu pun bisa menjadi proteksi bagi keseimbangan kadar gula darah Anda.

Makanan yang mengandung bebas lemak dapat membantu performa fisik diabetes sehari-hari. Contohnya ialah dengan mengonsumsi susu bebas lemak  dan jamur. Namun, tak hanya sebatas itu sesungguhnya. Masih banyak makanan lain yang dapat membantu Anda diabetesi untuk menjaga kesehatan tubuh. Berikut ulasannya, seperti dilansir oleh Healthmeup.

Kacang kenari

Kacang-kacangan seperti kenari menyediakan asam lemak Omega-3 yang baik untuk kesehatan tubuh Anda. Di mana  kacang ini dapat membantu membuat Anda kenyang untuk waktu yang lama. Selain itu, kacang ini juga tinggi akan kandungan serat yang baik untuk pencernaan dan kesehatan jantung Anda.

Sayuran berdaun gelap

Mengonsumsi sayuran berdaun gelap ialah cara yang bagus untuk mengurangi produksi insulin. Selain itu, makanan ini juga rendah kalori, tinggi kandungan serat dan kaya akan kalium, dan sumber yang baik untuk zat besi. Sehingga dapat membantu untuk menjaga aktivitas harian diabetesi terus lancar. Sementara, untuk mendapatkan khasiat tersebut, Anda bisa memilih sayuran berdaun hijau, antara lain bayam, brokoli, sawi, dan lain lain.

Paprika

Paprika juga baik untuk membantu kesehatan tubuh pada diabetesi. Hal ini karena paprika menyediakan vitamin A, C, kalium, fosfor, kalsium dan serat untuk kebutuhan tubuh Anda

Jamur

Jamur tak mengandung gula dan sumber yang baik untuk memenuhi vitamin D dalam tubuh Anda. Selain itu, jamur juga memiliki kandungan yang bebas lemak, sehingga tak akan berdampak negatif bagi tubuh para diabetesi yang juga menderita hipertensi.

Terong

Kandungan terong dapat mengurangi efek buruk dari diabetes pada mata. Selain itu terong juga efektif untuk membantu menurunkan kolesterol dalam tubuh Anda. (ind)
Continue Reading »

Sunday, June 23, 2013

Program DIet Yang Cocok Untuk Mengatasi Obesitas Pada Anak - Anak




Jakarta, Obesitas tak hanya dialami orang dewasa saja. Tetapi, anak-anak juga banyak pula yang mengalami masalah kelebihan berat badan. Program diet untuk anak-anak pun dilakukan guna mengatasinya. Lalu, program diet seperti apa yang seharusnya diterapkan bagi anak-anak obesitas?

Data terakhir menunjukkan bahwa menitikberatkan olahraga teratur pada program diet bagi anak-anak dan dewasa biasanya tidak membantu mereka menyusutkan berat badannya. "Olahraga memang penting, tapi jangan sampai kita terlalu menekankan betapa pentingnya olahraga, bukan program diet," jelas Gary Bennett, yang mempelajari pencegahan obesitas di Duke University, North Carolina.

Seperti dikutip dari reuters.com, Minggu (23/6/2013), hal penting yang harus dilakukan dalam program diet bagi anak-anak dan juga orang dewasa yaitu mengubah pola makan, memperbaiki pola diet, dan mengurangi kalori makanan.

Peneliti menganalisis hasil dari 14 percobaan sebelumnya yang melibatkan remaja kelebihan berat badan. Mereka diminta melakukan program diet dan olahraga atau hanya program mempertahankan berat badan. Program itu berlangsung satu setengah hingga enam bulan.

Kebanyakan penelitian menemukan anak-anak cenderung memiliki indeks massa tubuh (rasio berat badan dan tinggi badan) yang lebih rendah dan presentase lemak tubuh yang lebih kecil setelah mereka melakukan kedua program tersebut. Menambah latihan aerobik seperti jogging dan tari pun tak banyak berpengaruh pada penurunan berat badan. Namun, anak-anak yang melakukan latihan ketahanan tubuh misalnya berlari-larian dengan kawannya, kehilangan lebih banyak lemak tubuh dibanding mereka yang tidak berolahraga.

Latihan ketahanan tubuh selama satu jam atau kurang setiap minggunya menghasilkan penurunan setengah persen lemak tubuh dan peningkatan jumlah otot. "Latihan ketahanan tidak hanya membakar kalori tetapi juga membangun massa otot yang bermanfaat untuk menurunkan berat badan atau menjaga berat badan," kata penulis bernama Mandy Ho dari University of Sydney.

Ho dan rekan-rekannya menemukan bahwa melakukan olahraga teratur bisa meningkatkan kadar insulin dan HDL (kolesterol baik) dalam tubuh. "Hal ini sangat penting bagi anak-anak karena membatasi asupan makanan bisa berefek buruk pada perkembangan dan pertumbuhannya," imbuhnya.

Sebuah studi baru-baru ini menemukan sedikit bukti bahwa program di layanan jasa penurunan berat badan dapat memengaruhi indeks massa tubuh anak-anak. Oleh karena itu, Bennett mengatakan program diet dan olahraga teratur mungkin cara yang paling efektif.

"Akan menjadi hal yang berat bagi orang tua menerapkan program diet pada anak-anaknya. Maka dari itu mereka harus memfokuskan waktu mereka," tutur Bannett.
Continue Reading »

Friday, December 23, 2011

Taking a Chance on Healthy Living!



One of the most important aspects of living a healthy and prosperous life is understanding "risk." By this I mean knowing how to understand and analyze situations in life that affect health. Being able to accurately weigh benefits and risks when making health decisions is very important! Too often decisions are based on incomplete or inaccurate information and this is a huge mistake with significant consequences!
Failure to accurately assess risk keeps people locked in all kinds of unhealthy situations including poor eating and exercise habits (lifestyle), relationships and jobs. Sometimes people are just afraid to step out and make a change. They see "risk" in making a change when the REAL risk comes from NOT making a change. From my perspective, living with the stress, unhappiness and frustration of indecision and poor health is the greatest risk of all, and one that is definitely not worth taking!
Accessing "risk" is nothing more than collecting information, weighing the alternatives and then making appropriate decisions based on the information.
Some risks to our health are more "real" than others. For example, it is common knowledge that obesity is associated with a wide variety of health problems. On the other hand, there are some health risks that are so remote we rarely think about them. On a practical level, eating highly processed foods and avoiding a daily dose of fresh fruits and vegetables is rarely considered serious. But, as too many have already discovered, the long range consequences of this practice are real and devastating.
Failure to accurately assess risk limits us in many ways. We imagine the "risk" of talking with our children about drugs, dating or sex and we put off having the "talk," even though the risks of NOT talking are infinitely greater. Fear of flying and public speaking are two more "risks" affecting millions of people. But practically speaking, these fears are unfounded. People ride in cars every day, even though cars are far more dangerous than commercial aircraft! It's a failure to accurately assess risk, and it limits our health, prosperity and pleasure in life.
The goods news is that failure to accurately access risk is reversible! The effects of those decisions to eat inappropriately or NOT to exercise are, as the common expression goes, "do-overs." We can effect positive change in our lives by following a few simple steps to accurately access risk:
1. Accurately define your present situation and access your health "risks". Are you eating a healthy diet? Are you getting enough exercise and good quality sleep? What are the consequences if you DON'T change? Weigh the benefits of healthier living vs the potential risks such as increased cost, inconvenience or discomfort.
2. What do you stand to gain if you change your present circumstances? Assess the "up-side" potential. Too often we look only at the "downside" risk and forget the benefits. What good things might happen if you take the risk and win?
3. Limit the "down-side" if you happen to make a wrong decision. Don't continue down a path if it does not produce results. This is especially important when following weight loss programs. If the pounds are not coming off or if the weight loss is only temporary, find a new program! You not only want to lose weight, but want to sustain the weight loss for as long as possible. Take steps to ensure this will happen. Clear, concise, realistic objectives will definitely help.
4. Reduce your risk by being smart! Understand the situation and seek the advice of experts in the field of health and nutrition. This includes finding and forming partnerships to receive support and get good advice.
5. Have a fall-back position. If the decision you make fails to produce the desired results, be prepared to take a long, hard look at the circumstances and be prepared to change what you are doing.
Everything in life involves some element of risk. Driving your car, meeting someone new, crossing the street...but we do them every day. Winners in life are willing to accept the risk and continue on their way! Get involved, be smart about how you play the game, come prepared for a few failures along the way, but don't quite. You will reap the benefits for your effort and live a happier and healthier life. I like to remember the words of the great Winston Churchill when he said, "Never, never, never give up!"
Author Bio
For more health articles and zyprexa side effect information go to: effects-side-zyprexa.com
Continue Reading »